Sabtu, 24 Juni 2006

Memasuki Hari Ke-3, 35 Penumpang KM Surya Makmur Indah Belum Ditemukan

*Syahbandar lamban merespons permintaan bantuan
Sibolga (SIB)
TNI-AL menambah kapal bantuan dengan mengerahkan KRI Teluk Gilimanuk untuk membantu upaya pencarian para penumpang KM Surya Makmur Indah yang belum ditemukan pasca terjadinya insiden yang menenggelamkan kapal naas tersebut di perairan Tapteng.

"KRI telah diberangkatkan, Jumat (23/6) dari Pelabuhan Belawan menuju Sibolga dan langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal guna membantu upaya pencarian penumpang yang belum ditemukan," kata SAR Mission Coordiantor Letkol Laut (P) Jaka Santosa menjawab wartawan, Sabtu (24/6) di ruang kerjanya di Lanal Sibolga.

Sedangkan kapal lain yang masih berada di tengah laut untuk melakukan pencarian penumpang meliputi KAL Marsalar, Patkamla Sibolga, KM Komando A dan KM Surya Makmur Baru ditambah 1 unit pesawat Casa milik TNI-AL U-612.

Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 95 orang termasuk ABK dan Nahkoda kapal dan diprediksi 35 penumpang berikut ABK lainnya masih belum ditemukan.

"Daftar Manifest jumlah penumpang sebanyak 104 orang tapi itu belum ikut dijumlahkan anak-anak karena dari jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan diantaranya ada 7 anak-anak," jelasnya.

Informasi terakhir diperoleh menyebutkan, di sekitar lokasi tenggelamnya kapal sudah ada kapal nelayan yang lego jangkar namun belum ada laporan ditemukan penumpang KM Surya Makmur Indah.

Sementara itu, KM Surya Makmur Baru yang turut melakukan pencarian sudah sampai ke daerah Tapayung dengan rute melintasi lokasi tenggelamnya kapal juga belum menemukan penumpang yang lain.

"Usaha pencarian akan dilakukan selama 7 hari dan hari ini masih memasuki hari ke-3," katanya.

Usaha pencarian yang telah dilakukan meliputi penyisiran lokasi tenggelamnya kapal termasuk daerah sekitarnya yang dimungkinkan adanya penumpang yang terdampar di antaranya Pulau Mursala, Pulau Bintana, Pulau Pini, Natal dan kembali ke Pulau Mursala. "Pulau terdekat dengan lokasi tenggelamnya kapal adalah Pulau Kalimantang
yang berjarak 12 mil," katanya.

Sementara itu, pesawat Casa yang melakukan upaya pencarian terhadap para penumpang kapal yang belum ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal terpaksa mendarat darurat di bandara Binaka Nias, Jumat (23/6) sore dan seluruh awak penumpang menginap satu malam di Nias dan keesokan harinya, Sabtu (24/6) baru bisa kembali ke Sibolga dan mendarat di badara Pinangsori Tapteng. Salah seorang awak penumpang yang turut Tommi anggota PMI Tapteng yang ditanyai SIB, membenarkan.

Setelah mengitari lokasi tenggelamnya kapal dan daerah di sekitarnya, pesawat bermaksud hendak pulang ke Sibolga namun tiba-tiba turun hujan dan cuaca buruk dan terpaksa memutar ke Nias dan mendarat di bandara Binaka Nias. "Kami bermalam di Nias dan baru kembali ke Sibolga, Sabtu (24/6) pagi," katanya.

Sabtu (24/6) sore pesawat Casa kembali lepas landas dari bandara Pinangsori Tapteng untuk mengudara ke lokasi tenggelamnya kapal guna melanjutkan upaya pencarian penumpang yang belum ditemukan.

Diperkirakan di Pulau Pini
Harapan untuk menemukan penumpang kapal yang tenggelam di Tapanuli Tengah dalam keadaan hidup sangat tipis karena hujan badai yang terjadi mulai Kamis (22/6) akan membuat korban lelah diterjang ombak dan kelaparan karena tidak makan selama tiga hari.

Komandan Pangkalan TNU Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga, Letnan Kolonel (P) Djaka Santoso, di Sibolga, Sabtu, mengatakan penumpang kapal KM Surya Makmur Indah yang belum ditemukan diperkirakan tidak lagi berada di antara Pulau Mursala dan Bintana, Sibolga (lokasi musibah), tapi sudah di sekitar perairan Pulau Pini dan Ilik, Nias
akibat terseret arus air.

"Pencarian penumpang saat ini difokuskan di sekitar Pulau Pini dan Ilik, Nias, tapi penyisiran di antara perairan Pulau Mursala dan Bintana tetap dilakukan," kata Djaka.

Menurut dia, kepastian penumpang hilang itu berada di perairan sekitar Pulau Pini dan Ilik, setelah hasil penyisiran melalui udara yang menggunakan pesawat heli jenis Casa dari Batam yang dilakukan Jumat, melihat dua orang yang sedang terapung-apung di perairan Pulau Nias itu.

Namun, tim tidak bisa melihat jelas karena ombak deras menutupi pemandangan atas dua orang yang diduga penumpang kapal yang tenggelam itu, Kamis dinihari itu, katanya.

Danlanal itu menjelaskan, pencarian penumpang yang hilang itu mulai dilanjutkan lagi Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB karena cuaca mulai bagus, setelah sebelumnya terjadi hujan badai yang mengakibatkan pencarian dihentikan sejak Jumat sore.

Untuk memaksimalkan pencarian, kata dia, tim menambah lagi satu kapal KRI Mursala milik TNI AL Belawan untuk mencari sekitar 25 penumpang kapal yang masih hilang itu. Sebelumnya tim mengerahkan tujuh kapal masing-masing KAL Patroli, Kapal Mansalar, TNI AL Sibolga, kapal tangker milik PT Pertamina, KM Surya Makmur Jaya, KM Surya Makmur Baru dan KM Nias Indah.

Sejumlah kapal nelayan juga dikerahkan untuk membantu pencarian penumpang. Hingga Sabtu sore, penumpang yang sudah dievakuasi dalam keadaan hidup sudah mencapai 95 orang, setelah satu orang ditemukan Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB dari total penumpang di kapal itu yang disebutkan sebanyak 120 orang termasuk anak buah kapal (ABK)

Tidak cepat
Sementara itu, Osben Naibaho, nahkoda kapal KM Surya Makmur Indah yang selamat setelah ditolong kapal nelayan pada Kamis siang, mengatakan, mereka sudah melapor ke syahbandar Sibolga ketika kapal itu diketahui mengalami kebocoran pada bagian bawah kapal sekitar pukul 03.00 WIB (Kamis dinihari).

"Tapi kelihatan laporan kami kurang ditanggapi terbukti bantuan baru datang menjelang sore hari. "Bantuan pertama justru datang dari kapal nelayan yang akhirnya menyelamatkan 46 orang penumpang yang sudah terapung-apung di laut," kata dia.

Naibaho, menjelaskan, ketika mengetahui bagian bawah kapal itu bocor, ABK berusaha memperbaiki sambil nahkoda berupaya mengarahkan tujuan ke Pulau Mursala untuk keamanan.

Namun sebelum banyak berbuat, ombak setinggi empat meter menerjang kapal yang bukan saja membuat air masuk tapi oleng dan membuat penumpang dan ABK panik, katanya.

Menurut dia, sebelum kapal tenggelam, ABK sudah membagikan pelampung kepada seluruh penumpang untuk dipakai dan diinstruksikan melompat ke dalam laut.

"Mudah-mudahan semua penumpang ditemukan dalam keadaan hidup. Saya mendoakannya," kata Osben yang mengaku sudah satu tahun menjadi nahkoda di KM Surya Makmur Indah itu.

Dia menambahkan, kapal yang dinahkodainya itu merupakan produksi perusahaan di Bagan Siapi-Api, Riau. Kapal buatan tahun 2004 itu, kata dia, berkapasitas penumpang 208 orang dan barang sebanyak 104 ton. (MPS/Ant/y)
Sumber: Harian SIB Online, Sabtu 24 Juni 2006.

Kamis, 22 Juni 2006

Kapal Surya Makmur Indah Tenggelam

Kapal Surya Makmur Indah Tenggelam
Kapal penumpang Surya Makmur Indah, yang berlayar dari Sibolga menuju Gunungsitoli, tadi pagi (Kamis 22 Juni 2006) sekitar jam 4.00 WIB. Kapal naas itu tenggelam setelah melewati P. Mursala dalam pelayaran di tengah cuaca buruk. Demikian sumber Yaahowu dari Gunungsitoli.

Belum ada informasi pasti tentang ada tidaknya korban. Akan tetapi seperti diberitakan Associated Press (AP), kapal naas itu membawa lebih dari 100 orang penumpang, dan baru sekitar 70 orang yang ditemukan dalam keadaan selamat. Menurut sumber Yaahowu, di antara para penumpang yang selamat adalah 4 orang Pastor dan 2 Suster. Dua orang frater (calon imam Katolik): Fr. Elias Dion dan Fr. Flavius Sibagariang termasuk dalam kelompok penumpang yang belum ditemukan. Ditambahkan, pencarian korban sore ini terpaksa dihentikan karena cuaca kembali memburuk.

Bencara semacam ini sudah sering terjadi di Indonesia. Selain cuaca curuk, faktor-faktor lain seperti longgarnya pengawasan terhadap kondisi kapal, kurangnya peralatan keselamatan diri, kelebihan penumpang dan muatan kapal merupakan penyebab klasik dari bencana ini.(brk)

Selasa, 20 Juni 2006

Kasus CPNS Nias Dilaporkan ke Polres Nias dan Kajari Gunungsitoli

Gunungsitoli (SIB):

Ketua Lembaga Komunitas Independen (KOMID) SBY Kabupaten Nias Petrus S. Gulo, SE, telah menyampaikan pengaduan tentang kasus CPNS 2006 Pemkab Nias kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan Kapolres Nias untuk diusut tuntas. Pengaduan ini diterima oleh Yunitri C. Sagala, SH di Kejari Gunungsitoli pada tanggal 12 Juni 2006 dan Rozaman di Polres Nias pada tanggal 14 Juni 2006.

Hal ini disampaikan Petrus kepada SIB di Gunungsitoli, Senin (19/6), sehubungan dengan laporan Lembaga KOMID SBY Kabupaten Nias tentang kasus CPNS 2006 Kabupaten Nias.Pengaduan ini berisi kejanggalan pelaksanaan seleksi CPNS 2006 di Kabupaten Nias, mulai dari pendataan tenaga honorer sampai dengan pengumuman hasil seleksi. Setelah dilakukan inventarisasi maka Lembaga KOMID SBY Kabupaten Nias, menemukan berbagai permasalahan antara lain bahwa pendataan tenaga honorer oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nias sarat diskriminatif, bahwa Pemkab Nias dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nias diduga dengan sengaja menghilangkan hak-hak para tenaga honorer untuk diangkat menjadi CPNS di Kabupaten Nias, BKD Kabupaten Nias dalam menentukan kelulusan tidak mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No.48 tahun 2005, bahwa penentuan kelulusan berdasarkan umur dan masa kerja.

Sebaliknya, ditemukan ada tenaga honorer fiktif. Dimana yang bersangkutan baru datang dari Jakarta, ikut ujian, dan lulus pada formasi tenaga honorer, demikian juga ditemukan manipulasi data tenaga honorer di Lingkungan Pemkab Nias. Dimana diantara yang lulus banyak yang belum memenuhi syarat lulus dari tenaga honorer, minimal masa kerja 1 tahun. Berarti banyak Kepala Instansi yang memanipulasi data tenaga honorer di instansinya. Ditemukan juga sejumlah lulusan SMA/sederaja, termasuk lulusan SMEA dan belum memiliki Akta untuk mengajar, lulus pada formasi PGSD D2.Diformasi Pelamar Umum ditemukan juga yang lulus pada jurusan yang lain. Dimana ada lulusan D3 Anesthesi lulus pada jurusan D3 Analis Kesehatan. Demikian juga di formasi pelamar umum ditemukan yang lulus di atas 35 tahun.

Surat pengaduan ini telah ditembuskan kepada instansi terkait, antara lain : Presiden RI, Menpan RI, Kapolri RI, Jaksa Agung RI, Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, Kajati Sumatera Utara, DPRD Sumatera Utara, DPRD Nias.Sehubungan dengan itu Lembaga KOMID SBY Kabupaten Nias mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini dengan tuntas. Dan menuntut pihak Pemda Nias termasuk instansi terkait yang terlibat supaya ditindak tegas. Lembaga KOMID SBY Kabupaten Nias mendukung sepenuhnya keputusan Gubernur Sumatera Utara untuk membebastugaskan jabatan Pimpinan Unit Kerja yang melakukan rekayasa data tenaga honorer, memberikan hukuman administrasi PNS, dan pejabat dan oknum tenaga honorer akan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk dilanjutkan ke proses pidana.

Lembaga KOMID SBY Kabupaten Nia siap membantu dan dipanggil memberikan keterangan dan data kejanggalan kasus CPNS Nias ini kepada aparat penegak hukum. Dan masyarakat Nias mengharapkan komitmen dan konsistensi pihak aparat penegak hukum untuk mendukung keputusan Gubernur Sumatera Utara, demikian Petrus mengakhiri. (LZ/e)

Sumber: hariansib online, Selasa, 20 Juni 2006

BRR Diadukan Masyarakat Nias ke Tim Pengawas DPR

Jakarta (detik.com):

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias dianggap mengecewakan masyarakat Nias. Sejumlah proyek diduga terindikasi korupsi. BRR pun dilaporkan ke Tim Pengawas BRR di DPR.Warga yang menamakan Elemen Masyarakat Nias dan Nias Selatan itu menilai sejumlah proyek yang dikerjakan di Nias sarat KKN. Modusnya, dengan memenangkan kontraktor yang melakukan penawaran tertinggi, seperti yang terjadi di Satuan Kerja Transportasi Udara yang perkaranya kini ditangani Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Menurut Herman Nduru dari LSM LPP Otda saat bertemu Tim Pengawas BRR DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/6/2006), dalam proyek pembangunan Bandara Silangit senilai Rp 26 miliar yang dikerjakaan Dephub diduga terjadi mark up.Tidak hanya itu, mark up diduga juga terjadi di proyek pembangunan Bandara Aek Godang senilai Rp 5 miliar, Bandara Pinangsori dengan nilai Rp 6 miliar, dan Pelabuhan Gunungsitoli di Mo'awo yang bernilai Rp 4 miliar. "Tapi baru 3 bulan selesai, bangkai pun tidak nampak lagi," tutur Herman.

Selain proyek yang ditangani Dephub, Herman juga menengarai adanya mark up dalam proyek yang dikerjakan Departemen Pekerjaan Umum, yakni proyek irigasi Humanga Desa Baho, Kecamatan Lotu, yang bernilai Rp 1,5 miliar, tapi fisik di lapangan diperkirakan hanya Rp 400 juta.

Menanggapi laporan tersebut, anggota Tim Pengawas BRR DPR Yasona Laoli berjanji akan menindaklanjuti hal itu."Kalau manajemennya yang tidak benar, itu yang perlu diperbaiki jangan rumahnya yang kita rusak. Tapi manajemen dalam rumah ini yang perlu kita perbaiki. Oknum dan birokrasinya yang harus diperbaiki," tutur dia.

Sedangkan Muhaimin Iskandar selaku ketua Tim Pengawas BRR DPR meminta elemen masyarakat Nias melengkapi data yang ada. "Jangan kita hanya mengungkapkan kejelekannya saja seakan-akan tidak ada kebaikannya, ada tapi sedikit," ujar dia.(umi)

time/165349/idnews/620160/idkanal/10, Selasa, 20 Juni 2006

Rabu, 14 Juni 2006

Pemerintah Dinilai Disktiminatif Memperlakukan Debitur Korban Gempa Nias



Medan (SIB)



Pemerintah dinilai diskriminatif memperlakukan debitur korban gempa Nias dibandingkan debitur korban gempa Yogya dan Jawa Tengah yang mendapat penghapusan utang kredit. Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (Elsaka) kepada wartawan, Selasa (13/6) menanggapi pernyataan Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tentang penghapusan kredit bagi para korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah.

Dikatakannya, seharusnya pemerintah tidak boleh membedakan para debitur korban gempa Nias dengan debitur korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah yang dihapuskan hutang kreditnya oleh pemerintah. "Para debitur di Nias juga kan rakyat Indonesia dan mereka juga korban bencana gempa, yang tidak lagi mampu membangun usahanya sehingga tidak lagi mampu membayar hutang kreditnya di bank. Jadi sikap diskriminatif pemerintah itu sangatlah tidak wajar," ujar Panjaitan.

Sehubungan dengan hal itu Elsaka mewakili 150 KK debitur korban gempa Nias dengan total kredit Rp 17,2 miliar melalui suratnya tertanggal 12 Juni 2006 kepada Gubernur Bank Indonesia juga meminta pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia dan bank-bank kreditur bagi debitur korban gempa Nias untuk diberikan perlakuan khusus juga yaitu penghapusan hutang.

Elsaka juga menilai meski gempa Nias telah 1 tahun lebih berlalu namun pemerintah dan perbankan dinilai belum melakukan penanganan yang konkrit bagi para debitir di Nias yaitu dengan memberikan perlakukan khusus bagi korban gempa sebagaimana peraturan Bank Indonesia No 7/5/2005 yaitu penghapusan kredit. (C4/o)

Sumber: hariansib online, Rabu, 14 Juni 2006



Pengusaha Wisata Australia Lirik Nias dan Samosir

Medan (Tempo Interaktif Online),

Lima orang pengusaha pariwisata asal Australia berminat mengembangkan daerah tujuan wisata Nias dan Pulau Samosir, Sumatera Utara. Max Millie, salah seorang pengusaha film layar lebar dari Melbourne, negara bagian Victoria, menyatakan keinginannya tersebut dihadapan pelaku industri pariwisata di Kantor Badan Pariwisata Sumatera Utara, Selasa.

Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Melbourne, Wahid Supriyadi, menjelaskan salah satu tujuan wisata yang akan dipromosikan selain Bali adalah Sumatera Utara. "Warga negara Australia hanya mengenal Bali sebagai tempat tujuan wisata. Berkat beberapa kali kegiatan promosi yang dilakukan Kedutaan Indonesia dan di Melbourne, industri pariwisata Autralia melihat potensi surving di Nias dan adventure di Pulau Samosir," "kata Wahid.

Rencananya, pengerjaan pembukaan resor dan pusat surving dalam waktu dekat. "Kami hanya memerlukan jaminan keamanan dan kepastian hukum dari pemerintah provinsi,"ujar Max Millie.Sahat Simatupang

2006/06/13/brk,20060613-78824,id.html, Rabu, 13 Juni 2006.

Senin, 12 Juni 2006

Penyaluran Raskin untuk Nias dan Nisel 100.634 RTM



Gunungsitoli (Analisa)


Pemerintah melalui Seksi Logistik Gunungsitoli, akan melakukan penyaluran beras miskin (Raskin), untuk 100.634 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang ada di Kabupaten Nias dan Nias Selatan.Penyaluran akan rencakan dilaksanakan awal Juli mendatang, kata Kepala Seksi Logistik Gunungsitoli Rustam Efendi Pane melalui Staf Kasilog Burhanudin saat dihubungi Analisa, di kantornya Jalan Yos Sudarso Kecamatan Gunungsitoli.

Burhanudin mengatakan, dalam penyaluran penanggulangan kemiskinan pada tahun 2006 pemerintah melakukan subsidi beras kepada penerima manfaatnya, datanya berdasarkan dengan surat pemerintah provinsi melalui Gubernur Sumatera Utara tanggal 18 April 2006. Penerima 10 kilogram beras per RTM dalam enam bulan, masing-masing untuk Kabupaten Nias sebanyak 61.318 RTM kali 10 kilogram dalam enam bulan sebesar 36.790.080 kilogram sedangkan untuk Kabupaten Nias Selatan sebanyak 39.315 RTM kali 10 kilogram dalam enam bulan sebesar 2358.900 kilogram.

Jadwal kegiatan yang direncanakan sesuai dengan hasil rapat dengan pemerintah Kabaputen Nias dan Nias Selatan pada tanggal 1 Juni lalu, penyaluran pertama April dan Mei dilaksanakan sekaligus , kegiatan kedua Juni dan Juli sedang kegiatan ketiga akan dilaksanakan pada Agustus dan September mendatang.

Ditambahkanya, kendala keterlambatan dalam penyaluran Raskin pada tahun 2006 yang seharusnya di laksanakan pada bulan Maret lalu, salah satunya masalah data penerima manfaat yang mengacu pada data penerima BLT, yang sebelumnya pada tahun 2005 mengacu pada musyawarah-musyawarah desa, tetapi pada tahun 2006 harus mengacu pada data BPS, karena siapa-siapa yang menerima BLT juga menerima Raskin.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang operasi pasar mengingat harga beras yang cukup tinggi di Nias Burhandin mengatakan , Bulog tidak seperti Bulog dulu tugas dan fungsi pokoknya adalah untuk menstabilkan harga antara konsuman dengan produsen, tetapi jika pemerintah daerah meminta bantuan, Bulog siap, tegasnya. Mekanisme untuk melaksanakan operasi pasar, sebelumnya pemerintah daerah harus mengajukan permintaan izin kepada pemerintah provinsi dan pemerintah provinsi mengajukan Kepada Departemen Perdagangan dari pemerintah daerah sendiri baik Nias dan Nisel mengajukan izin tersebut kepada Pemerintah Provinsi pemerintah Propinsi telah mengajukan kepada Departemen Perdagangan akan tetapi sampai saat ini belum ada realisasi dari Departemen Perdagangan, ungkapnya. (kap)

Sumber: analisadaily online, Senin, 12 Juni 2006

Minggu, 11 Juni 2006

SMAN 3 T. Dalam, Nisel, Juara Dua Pidato Bahasa Inggris se Sumut

Medan (SIB) -

Lomba Cerdas Cermat Bahasa Inggeris tingkat SMP sederajat, Lomba Pidato Berbahasa Inggeris tingkat SMA sederajat dan Lomba Debat Berbahasa Inggeris tingkat Guru SD/SMP/SMA Sederajat se-Sumut di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Sumut Jl Bunga Raya Asam Kumbang Medan Sunggal secara resmi ditutup oleh Kepala LPMP SU Drs H Achlaq Shiddiq Tanjung MM MPd, Rabu (31/5) malam.

Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Sumut Drs H Achlaq Shiddiq Tanjung MM MPd mengharapkan kepada para peserta untuk meningkatkan prestasi dan kualitas profesionalismenya pada masa mendatang sehingga bisa tampil prima dan meraih kesuksesan. Tampil sebagai Juara I pada Lomba Pidato Bahasa Inggeris tingkat SMP sederajat se-Sumut Taput, II Tanjung Balai, III Tebing Tinggi. Juara Harapan I Sibolga, Harapan II Deli Serdang dan Harapan III Simalungun.

Untuk Lomba Pidato Berbahasa Inggeris tingkat SMA sederajat se-Sumut Juara I M Khaidir Rizqhi Harahap (SMAN 1 Matauli Pandan Tapteng), II Jefania Nehe (SMAN 3 Teluk Dalam Nias Selatan), III Erni Marsella (SMAN 4 Kisaran). Juara Harapan I Andika Pradana (SMAN 15 Medan), Harapan II Aysyahtun Hasnah Siregar (SMAN 1 Kualuh Hulu) dan Harapan III Friendina Napitupulu (SMAN 2 Balige)Sedangkan Lomba Debat Berbahasa Inggeris tingkat guru SD/SMP/SMA se-Sumut sederajat Juara I Labuhan Batu, II Medan, III Tanah Karo.

Juara Harapan I Taput, Harapan II Deli Serdang dan Harapan III Humbahasa.Bagi pemenang I Lomba Cerdas Cermat memperoleh hadiah uang tunai Rp 4,5 juta, medali, piagam penghargaan, cek multi guna dari BNI sebesar Rp 1,5 juta. Pemenang II menperoleh uang tunai Rp 3.750 ribu, medali, piagam penghargaan, cek multi guna sebesar Rp 1.050 ribu. Pemenang III memperoleh uang tunai Rp 3 juta, medali, piagam penghargaan, cek multi guna sebesar Rp 600 ribu. Harapan I mendapatkan uang tunai Rp 2 juta, medali, piagam penghargaan, II mendapatkan uang tunai Rp 1,5 juta, medali, piagam penghargaan, III mendapatkan uang tunai Rp 750 ribu, nedali dan piagam penghargaan.Pemenang I Lomba Pidato Berbahasa Inggeris memperoleh uang tunai Rp 2 juta, medali, piagam penghargaan plus voucher dari Bank Muammalat Rp 100 ribu. Pemenang II memperoleh uang tunai Rp 1,5 juta, medali dan piagam penghargaan plus voucher Rp 100 ribu. Pemenang III memperoleh uang tunai Rp 1 juta, medali, piagam penghargaan plus voucher Rp 100 ribu.

Harapan I mendapatkan uang tunai Rp 700 ribu, medali, piagam penghargan serta voucher Rp 100 ribu, II mendapatkan uang tunai Rp 600 ribu, medali, piagam penghargaan serta voucher Rp 100 ribu, III mendapatkan uang tunai Rp 500 ribu, medali, piagam penghargaan serta voucher Rp 100 ribuUntuk pemenang I Debat Berbahasa Inggeris memperoleh uang tunai Rp 7,5 juta dan medali, pemenang II memperoleh uang tunai Rp 6 juta dan medali, pemenang III memperoleh uang tunai Rp 4,5 juta dan medali. Harapan I mendapatkan uang tunai Rp 2,1 juta dan medali, II mendapatkan uang tunai Rp 1,8 juta dan medali serta III mendapatkan uang tunai Rp 1, 5 juta dan medali. (A 16/u)

Sumber: hariansib online, 5 Juni 2006

Catatan: Berita ini dalam situs SIB berjudul: Taput Juara I Lomba Cerds Cermt, SMAN 1 Matauli Pandan Juara I Lomba Pidato, Lab Batu Juara I Debat

Senin, 05 Juni 2006

65% Wilayah Sumut Rawan Longsor


Medan - Sebanyak 19 daerah dari keseluruhan 25 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) rawan longsor. Penyebabnya karena degradasi hutan konversi lahan yang terus menerus terjadi. Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Utara - Nanggroe Aceh Darussalam, Jonathan I Tarigan, menyebutkan, dari total wilayah Sumut yang luasnya 71.680 kilometer persegi, lahan yang berpotensi terjadi longsor mencapai 46.592 kilometer persegi.

"Ancaman longsor itu mencapai 65 persen dari luas wilayah Sumut. Ini sangat mengkhawatirkan. Sebab itu pemerintah, terutama pemerintah daerah, harus mengambil langkah-langkah taktis dan strategis di masa sekarang, untuk mencegah bencana di masa depan," kata Jonathan I Tarigan dalam seminar Mencermati dan Mewaspadai Ancaman Bencana Ekologis di Sumut, yang berlangsung di Universitas Medan Area, Jalan Kolam Medan, Senin (5/6/2006).

Daerah-daerah yang berpotensi longsor itu, kata Jonathan, adalah Kabupaten Nias, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Labuhan Batu, Asahan, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat dan Samosir. Ke-19 daerah ini masuk dalam kategori sangat rawan longsor. "Dari 19 daerah itu yang potensinya sangat tinggi adalah Kabupaten Langkat yang mencapai 30 persen, Tapanuli Tengah 20 persen, serta Mandailing Natal, Nias Selatan dan Pakpak Bharat yang masing-masing 15 persen," kata Jonathan.

Dengan kondisi ini, sambung Jonathan, maka pemerintah daerah semestinya melakukan antisipasi untuk memperkecil dampak bencana longsor dan menghindari banyaknya jatuh korban jiwa. Salah satunya, melakukan program Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat (MBBM). Dengan program ini masyarakat diberitahukan mengenai potensi bencana di daerahnya sehingga dapat menyiapkan lebih siaga dan tahu apa yang harus dilakukan bila bencana datang. Dikatakan, jika antisipasi tidak segera dilakukan, maka korban akibat longsor ini akan tidak terhindarkan. Salah satu contoh kasus adalah bencana banjir bandang di Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut, pada 2 November 2003 yang menyebabkan 155 korban tewas dan 87 orang dinyatakan hilang. (nrl)

143203/idnews/609449/idkanal/10, Senin, 5 Juni 2006

Kamis, 01 Juni 2006

HIMNI Beri Dukungan Keinginan Nias Bergabung ke Propinsi Tapanuli

Sibolga (SIB) - Ketua DPC HIMNI kota Sibolga (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Muklis Gea didampingi Sekretaris Robert H Waruhu mengatakan sangat mendukung dan menyambut baik keinginan masyarakat Nias untuk bergabung dalam rencana pembentukan Propinsi Tapanuli karena hal tersebut dinilai akan membantu meningkatkan SDM masyarakat Nias yang terkesan jauh tertinggal dibanding masyarakat lainnya.

Hal tersebut dikatakannya menjawab wartawan, Selasa (30/5) di Sibolga menanggapi keinginan masyarakat Nias untuk bergabung dengan Propinsi Tapanuli. “Selayaknya kabupaten Nias termasuk kabupaten Nisel bergabung ke Propinsi Tapanuli dengan alasan pengabungan tersebut akan memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan laju pembangunan di Nias dan Nisel termasuk peningkatan SDM,” katanya. Ia berharap, keinginan masyarakat Nias tersebut dapat terealisasi sehingga keadaan Nias baik dari segi aspek pembangunan manusia dan aspek pembangunan daerahnya dapat terbantu.

“Keberadaan ibukota Propinsi yang dekat akan memberikan kontribusi dan efek timbal balik yang positif bagi perkembangan perekonomian daerah tingkat II,” katanya.Ia juga menilai Nias merupakan daerah kepulauan yang mempunyai potensi SDA yang cukup banyak seperti keindahan alam dan hasil laut yang berlimpah namun disayangkan hingga saat ini potensi tersebut belum dapat tergali. Dipastikan salah satu penyebabnya adalah jarak tempuh yang terlampau jauh dengan pemerintahan tingkat I.

“Seperti halnya peningkatan SDM masyarakat Nias yang akan lebih dipermudah dan mempunyai kesempatan yang lebih besar bila berdekatan dengan pusat Pemerintahan tingkat I seperti adanya penambahan guru pengajar di sektor pendidikan serta terbukanya peluan yang besar untuk mendapatkan pendidikan lebih besar,” katanya. Ia juga mengakui, image masyarakat terhadap Nias terkesan kurang membanggakan, salah satu faktornya ialah jarak tempuh yang jauh dan letak geografis yang terpencil namun dengan terbentuknya Propinsi Tapanuli akan mendekatkan Nias dengan ibukota Propinsinya sehingga jarak tempuh dan keterpencilan daerah tersebut dapat diatasi.

“Keadaan demikian akan mempermudah birokrasi Pemerintahan ke tingkat I dari segi geografisnya terlebih dilihat dari historisnya bahwa Nias merupakan bagian daerah Keresidenan Tapanuli sehingga sangat layak dan tidak berlebihan adanya keinginan masyarakat Nias untuk bergabung dalam Propinsi Tapanuli,” katanya.

Dilihat dari administratif Propinsi Sumatera Utara yang memiliki 25 kabupaten/kota sangat dimungkinkan untuk dimekarkan. Diharapkan pihak Pempropsu respon terhadap keinginan masyarakat di wilayah Tapanuli ini.(mps/i)

Sumber: hariansib online, 1 Juni 2006